5 Fakta Dibalik Kasus Narkoba Jennifer Dunn s

Jedun diciduk di kediamannya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (31/12/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

Penangkapan itu merupakan pengembangan dari pengakuan FS (40), pelaku penyalahgunaan narkotika yang ditangkap pada hari yang sama.

“Jadi yang bersangkutan kami bawa ke Polda dan dikenakan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda, Kombes Argo Yuwono, di Ditres Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018).

Kasus ini bukanlah yang pertama bagi Jennifer Dunn.

Pada 2005 lalu, ia diamankan karena kedapatan mengonsumsi ganja.

Lalu empat tahun kemudian, polisi kembali menciduk Jennifer karena penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Tiga hari setelah penangkapan, banyak fakta mulai terungkap dalam kasus yang menimpa Jedun ini

Penasaran apa saja?

Ini dia 5 fakta terbaru kasus narkoba Jennifer Dunn yang perlu kau tahu.

1. Ramalan Mbah Mijan

beberapa hari sebelum terciduknya Jennifer Dunn, Mbah Mijan sempat memprediksi bagaimana nasib Jedun dan Faisal Harris pasca heboh kasus perselingkuhan.

29 Desember 2017 lalu, Mbah Mijan terlihat hadir dalam acara Pagi Pagi Pasti Happy.

Penasehat spiritual ini mendapat pertanyaan terkait kasus Jedun dan Faisal Harris yang pernah viral.

 Ia mengatakan bahwa di tahun 2018, Faisal Harris akan mendapat karma, namun dalam bentuk yang berbeda.

“Ini lebih bersifat, karma, atau ada rotasi,” jawabnya saat ditanya terkait hubungan Sarita, Faisal Harris dan Jennifer Dunn.

Ia menambahkan, “Mungkin suatu saat nanti bisa kejadian itu terbalik. Tanpa sengaja, bisa kecantol yang lainnya, posisinya persis seperti Harris dengan Jennifer.”

2. Positif konsumsi sabu

 

“Setelah tes urine, hasilnya adalah positif methamphetamine,” kata Kabid Humas Polda, Kombes Argo Yuwono, di Ditres Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018).

Hal ini seolah mengulang kisah lama Jedun beberapa tahun lalu.

Pada 2005 lalu, ia diamankan karena kedapatan mengonsumsi ganja.

Lalu empat tahun kemudian, polisi kembali menciduk Jennifer karena penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

3. Sikap Faisal Harris

Semenjak Jedun terciduk hingga sekarang, sosok Faisal tak pernah muncul di hadapan publik.

Melalui pengacaranya, ia meminta agar tak dikait-kaitkan dengan Jedun.

Firman Candra, kuasa hukum Faisal Harris mengatakan jika saat Jedun terciduk, ayah empat anak tersebut sedang berada di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Mas Harris selalu katakan ke saya, jangan kait-kaitkan lagi Harris dengan jennifer Dunn,” ucap Firman mengikuti perkataan Harris.

4. Penyesalan dibalik tawanya didepan netizen

Kini Jedun akhirnya resmi ditahan dan sudah mengenakan seragam tahanan berwarna orange.

Pihak kepolisian menggelar press conference terkait kasus yagn kembali membelit Jedun.

Bukannya sedih atau menangis, Jedun justru terlihat bahagia.

Wanita kelahiran 10 Oktober 1989 ini malah terlihat sumringah dan cengengesan.

Saat diwawancarai, Jedun mengaku kalau dirinya menyesal.

Namun saat dirinya mengungkapkan penyesalan, ekspresi wajahnya justru memperlihatkan kebahagiaan.

Beberapa netizen yang melihat ekspresi Jedun pun beranggapan kalau istri kedua Faisal Haris ini masih dibawah pengaruh narkoba.

Berikut sederet foto bukti Jedun yang Tribunstyle.com lansir dari akun Instagram @lambe_pagi yang tampak sumringah meski mengaku menyesal kembali tertangkap gara-gara narkoba.

5. Kemunculan Sunan Kalijaga

Rabu (3/1/2018), Jennifer Dunn sedang menjalani pemeriksaan lanjutan seperti dilansir Grid.ID.

Dirinya dibawa ke Puslabfor, Kalimalang, Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pukul 12:14 WIB, Jennifer keluar dari gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Sunan Kalijaga muncul setelah menit usai Jennifer Dunn keluar.

Ayah dua anak ini keluar dari gedung yang sama dengan menggunakan mobil Rubicon Hitam.

Saat ditanya pewarta, Sunan Kalijaga menyebutkan akan kembali lagi ke Polda Metro Jaya.

“Ntar, ntar balik lagi,” ucap Sunan Kalijaga sambil membuka pintu kaca mobilnya.

Dirinya tak menyebutkan alasan dirinya berada di Mapolda Metro Jaya.

“Nggak tau (agendanya apa), nggak ada nggak ada,” lanjutnya saat ditanya mengenai Jennifer Dunn.

Ternyata Sunan Kalijaga telah berada Polda Metro Jaya sejak pukul 10:45 WIB.

Pada kasus sebelumnya, Sunan Kalijaga yang menjadi pengacara Jennifer Dunn.

Saat itu, Sunan Kalijaga sempat terlibat kisah asmara terlarang dengan klien-nya ini.

Pesan moral 

Narkoba merupakan suatu jenis psikotropika yang biasa digunakan untuk membius pasien disaat ingin menjalani sebuah operasi atau bisa juga digunakan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit tertentu.1 Terdapat 4 jenis narkoba, yaitu halusinogen, stimultan, depresan, dan adiktif. Narkoba golongan halusinogen adalah narkoba yang dapat menimbulkan halusinasi yang kuat pada penggunanya. Contoh narkoba yang berada pada golongan ini adalah kokain dan LSD.

Lalu, narkoba golongan stimultan adalah narkoba yang dapat membuat penggunanya mempunyai tenaga lebih dan dapat mempercepat kerja otak dan jantung. Narkoba jenis ini juga dapat menimbulkan efek bahagia sementara pada penggunanya. Selanjutnya, narkoba jenis depresan seperti putau merupakan narkoba yang dapat mengurangi aktifitas fungsional tubuh dengan cara menekan sistem saraf pusat sang pengguna.

Terakhir, narkoba golongan adiktif adalah narkoba yang dapat membuat penggunanya memiliki sifat pasif karena narkoba jenis ini dapat memutus sistem saraf penggunanya, tetapi menyebabkan candu bagi pengguna. Contoh narkoba golongan ini adalah ganja, heroin, dan putau.2

Jika narkoba disalahgunakan dalam artian digunakan melebihi dosis maupun diluar fungsinya sebagai obat bius, tentu saja narkoba dapat membawa pengaruh buruk. Pertama, narkoba dapat mengganggu sistem neurotransmitter sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif, afektif, psikomotor, dan aspek sosial. Kedua, narkoba juga mempunyai efek candu bagi penggunanya. Jika sudah menjadi candu, cara apa pun menjadi mungkin dilakukan oleh pecandu untuk mendapatkan hal yang menyebabkan kecanduan tersebut.

Bukan hal yang tidak mungkin jika pecandu yang sudah tidak mampu membeli narkoba untuk memuaskan dirinya melakukan segala cara seperti mencuri, menjadi kurir narkoba, melakukan korupsi, maupun berbagai macam hal lainnya demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba. Jadi selain merusak diri sendiri, penyalahgunaan narkoba pun dapat merugikan orang lain.

Dewasa ini, kasus penyalahgunaan narkoba semakin mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Parahnya, penyalahgunaan tersebut tidak sedikit dilakukan oleh kalangan remaja. Menurut data yang didapat dari BNN (Badan Narkotika Nasional), pada tahun 2010 terdapat 531 pengguna di kalangan remaja.

Lalu, pada tahun 2011 jumlah ini meningkat menjadi 605 pengguna dan di tahun 2012 menjadi 695 pengguna. Di tahun 2013, jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja bahkan mencapai 1.121 pengguna sehingga dapat kita simpulkan bahwa remaja yang menyalahgunakan narkoba terus meningkat di setiap tahunnya.

Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tentu saja dapat merusak moral bangsa. Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengerti pengertian moral itu sendiri. Menurut KBBI, moral berarti (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya.3

Maka dari itu, moral bangsa dapat diartikan sebagai nilai-nilai tentang baik dan buruk yang diterima dan dimiliki oleh bangsa tertentu. Nilai-nilai yang ada di dalam suatu bangsa tentu saja tidak dapat lepas dari kebudayaan yang bangsa itu miliki karena nantinya nilai yang ada dibentuk dari kebudayaan yang dipegang oleh bangsa itu. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan kebudayaan yang sangat-sangat beragam,

Jika kita berbicara tentang kebudayaan, tentu saja kebudayaan tidak hanya sebatas hasil kerajinan tangan, tarian daerah, maupun makanan daerah. Kebudayaan juga`

Semoga dapat bermanfaat dan membawa keberkahan didalam kehidupan kita semua, amin

Sumber :
Tribunnews
Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *