Kesal Ditilang, Siswi SMP di Cilacap Hardik Polisi dengan Kalimat Tak Pantas

 

Tilang merupakan Bukti Pelanggaran. Fungsi dari Tilang itu sendiri ialah sebagai undangan kepada pelanggar lalu lintas untuk menghadiri siding di Pengadilan Negeri dan sebagai Tanda Bukti Penyitaan atas barang yang disita dari Pelanggar oleh Polisi Lalu Lintas.
Prosedur Penilangan
Polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas. Polisi harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, pasal berapa yang telah dilanggar dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar.

Pelanggar dapat memilih untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru, kemudian membayar denda di BRI tempat kejadian dan mengambil dokumen yang ditahan di Polsek tempat kejadian, atau menolak kesalahan yang didakwakan dan meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah. Pengadilan kemudian yang akan memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak, dengan mendengarkan keterangan dari polisi bersangkutan dan pelanggar dalam persidangan di kehakiman setempat, pada waktu yang telah ditentukan (biasanya 5 sampai 10 hari kerja dari tanggal pelanggaran).

Menyuap Polisi
Ada sebagian pelanggar peraturan memilih untuk menyuap polisi dengan uang berlipat-lipat dari denda yang akan dijatuhkan karena adanya anggapan bahwa mengurus tilang itu sangatlah sulit. Ada pula kalanya polisilah yang meminta uang kepada pelanggar agar pelanggar bisa segera pergi dari lokasi pelanggaran tanpa mengikuti prosedur hukum. Bila penyuapan ini terbukti maka bisa membuat polisi dan penyuap dihukum penjara karena menyuap polisi/pegawai negeri adalah sebuah perbuatan melanggar hukum.

Informasi Lengkap
Sanksi pelanggaran lalu lintas di jalan raya semakin berat. Dalam undang-undang tentang lalu lintas yang terbaru, sanksi denda atau tilang naik sekitar 10 kali lipat dengan kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009. Berikut daftar tilang untuk kendaraan bermotor terhadap pelanggaran lalu lintas :

1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280).

4. Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).

5. Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).

6. Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).

7. Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).

8. Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

9. Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).

10. Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).

11. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1).

12. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 1)

13. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 2)

14. Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294).

 

Awal Februari 2018 ini, warganet Cilacap dibuat heboh oleh beredarnya video pengakuan seorang remaja perempuan yang mencaci maki polisi dengan ucapan tak pantas.

Remaja kelas dua di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cilacap itu mengatakan polisi kurang duit. Selain itu dia juga mengatakan bahwa polisi jelek.

Dalam pengakuannya, remaja bernama Intan itu kesal lantaran ditilang oleh polisi. Ia kedapatan tak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Saat ditilang itulah, ia marah dan berkata-kata kurang pantas.
Video ini diduga direkam oleh polisi yang menilangnya. Dalam rekaman sepanjang 2 menit 51 detik itu, suara yang diduga polisi sempat menasehati Intan agar tak memaki polisi lantaran kesal. Pasalnya, polisi tak akan menindak jika seorang pengendara tak melanggar aturan lalu lintas.

Namun, tak jelas siapa yang pertama kali mengunggah video ini. Hanya saja, suara orang yang diduga perekam, memang sempat mengancam akan menyebar video pengakuan Intan ke media sosial agar bisa menjadi pembelajaran bagi warga Cilacap.

Tak urung, pro dan kontra pun berurai pasca-beredarnya video pengakuan siswi SMP memaki polisi ini. Sebagian warganet menghujat Intan yang dinilai kurang ajar.

Namun, ada pula yang tak setuju dengan unggahan video ini. Mereka menilai, mendidik tak perlu dengan cara mempermalukan si anak di hadapan publik dengan menyebar videonya.
Salah satunya dalam akun Umi *** Abi. Dalam akun Facebook tersebut, beragam komentar pro dan kontra dari emak-emak begitu cetar membahana.

“Kids jaman now emang…. Bikin pusing kepala koh….,” ucap akun Estu Wi**a.

Komentar ini lantas disambar oleh warganet lainnya, Yenny Pu***ta, “Namanya udh gak oke, muka nyolot…. Suruh push up aja UM 100x… Biar tuh make up luntur…. 😄😄😄 (smile),” ujarnya.

Saking gemasnya, ada pula warganet yang berujar akan menamparnya dengan sendal jepit. Tetapi, tentu ini adalah guyonan khas warganet di dunia maya.

“Kalo itu anakku tak jepret sndal swalow muluttny asliii smpe jeding kwkwkw,” ujar Akun Umi *** Abi.

Namun, tak semuanya menghujat pelajar apes itu. Di jejaring aplikasi pesan, video ini juga memantik disuksi panjang nan alot. Rupanya, ada pula yang tak setuju dengan unggahan yang mempermalukan si remaja putri yang masih berada di bawah umur ini.

“Polisine juga salah melas bocaeh diviralkan (Polisinya juga salah, kasihan anaknya diviralkan),” ucap akun Fadly Elsub.

Pasalnya, kata Fadly, banyak pula warganet yang tak membicarakan esensi videonya, tetapi justru bertendensi menyerang fisik remaja putri ini. Bahkan, ada pula yang mendoakan jelek. Seperti jauh jodoh, dan lain sebagainya.

“Jauh dari kesan mendidik,” ujarnya.

Videonya yang viral juga diunggah oleh akun Facebook, Video Heboh Masa Kini, pada 31 Januari 2018.

Siswi itu pun lalu diminta untuk mengulangi ucapannya yang sempat dilontarkan pada polisi.
“Polisi kurang duit, jelek,” katanya tanpa ekspresi.

Kalimat tersebut dilontarkan karena ia marah dan menolak ditilang.

Ternyata ia tak membawa surat STNK dan SIM saat berkendara.

Saat ditanya siapa kepala sekolah dan wali kelasnya, ia pun bingung menjawabnya.

Siswi akhirnya mengakui kesalahannya karena berkendara tanpa surat lengkap.

Ia juga menerima jika videonya tersebut diviralkan di media sosial.

Dalam video yang dibagikan oleh akun facebook, @Yuni Rusmini, terlihat gadis itu tak berkutik saat diminta polisi mengulangi perkataannya yang diucapkan saat hendak ditilang lantaran tidak memiliki SIM dan tak membawa STNK.
“Apa yang tadi kamu ucapkan?” tanya polisi.

“Polisi kurang duit,” jawab IA.

“Terus?” desak polisi lagi.

“Jelek,” jawab siswi berhijab itu.

Polisi lalu kembali menanyai asal sekolahnya. Namun, saat ditanya tentang siapa kepala sekolahnya siswi itu malah kebingungan.
“Namanya enggak tahu,” jawab siswi itu.

“Kepala sekolahmu enggak tahu” tanya polisi lagi.

“Kamu tadi kenapa bilang kayak gitu?” cecar polisi.

“Ya, karena saya marah,” timpalnya lagi.

Setelah terus dicecar polisi, siswi itu akhirnya mengakui kesalahannya yang berkendara tanpa dilengkapi surat-surat. Di akhir video polisi mengatakan akan melaporkan kelakuannya kepada orangtua dan pihak sekolah. Siswi itu pun mengaku siap jika videonya diviralkan di media sosial.

“Biar semua orang tau kelakuan anak sekolah seperti ini. Kids zaman now katanya, jangan kebanyakan micin. Siap ya, dengan segala risikonya ya,” pungkas petugas.

 

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *