Arya Permana Berubah Drastis

Sosok bocah berumur 12 tahun dari Jawa Barat, Indonesia, yang bernama Arya Permana sempat memviralkan jagad dunia maya semancanegara. Publik menyorot figurnya karena ukuran tubuh si bocah yang memang tak biasa. Pasalnya, bocah itu mengalami obesitas sehingga tubuhnya menjadi luar biasa besar. Bermain dengan teman-teman sebaya mestinya menjadi hal yang menyenangkan bagi Arya. Namun dengan berat 130 kilogram lebih, ia hanya bisa terbaring di tempat tidur pada saat baru berusia 10 tahun.

Tak hanya itu, Arya bahkan tak bisa sekolah atau mengenakan pakaian selain sarung longgar. Aktivitas kesehariannya sangat terbatas dengan ponselnya. Nafsu makannya yang tinggi membuat Arya akan melahap makanannya dengan menu berupa nasi, kari ikan, daging sapi, sup sayuran dan tempe. Dia makan lima kali sehari dan merasa selalu lapar, lelah dan terengah-engah.

Kabar seputar kondisi Arya ini bahkan sudah tersebar kemana-mana lantaran media asing seperti Mirror dan Unilad juga ikut memberitakannya. Dalam laman Mirror,contohnya, dikatakan bahwa ibunya yang bernama Rokayah Somantri (37) menjelaskan, “Dia hanya makan dan tidur saja. Tidak ada rasa sakit lain selain melihat anak sendiri menderita. Tidak ada ibu yang ingin berhenti memberi makan anak-anaknya tapi saya seperti tidak berdaya. Kami tidak punya uang untuk menemui dokter dan telah menghabiskan semua tabungan kami untuk memberinya makan.”

Karena ukuran tubuhnya yang tidak biasa ini, para ahli diet lantas memberikan perhatian khusus mereka kepada Arya. Bersyukur, dalam penampilan terkininya, Arya telah mampu mengubah hidupnya secara dramatis dan menjadi lebih baik.

Pemerintah daerah tempat Arya tinggal sendiri di Kabupaten Karawang memberikan bantuan perawatan dan diet serta transportasi gratis melalui RS Hasan Sadikin, Bandung.
Selama 8 bulan dirawat dan melakukan diet ketat dengan pengawasan tim dokter RS Hasan Sadikin, Bandung, Arya bisa menurunkan 8 kg berat badannya.
Barulah pada Maret lalu, Arya diperkenalkan pada tim dokter Rumah Sakit Omni, Alam Sutra, Tangerang yang menawarkan prosedur operasi bariatrik secara gratis.
Setelah 2 minggu melakukan operasi bariatrik tepatnya pada 17 April 2017 lalu, Arya sukses menurunkan berat badannya hingga 17 kg.
“Waktu Arya dioperasi saya deg-deg an, takut sih. Pas udah keluar, Arya sudah sadar dan bisa bicara, lega,” tutur Rohayah, ibu dari Arya.
Operasi bariatrik sendiri adalah prosedur yang dilakukan untuk mengecilkan ukuran lambung sehingga menyisakan 1/3 ukuran aslinya.
Dengan mengecilkan kapasitas lambung, maka akan membatasi asupan makanan.
Artinya, selain lebih cepat kenyang, cara ini juga membuat rasa lapar datang lebih lama.
Dr. Handy Wing, SpB., FBMS., FINACS., FICS, selaku dokter bedah yang menangani Arya menjelaskan bahwa metode bedah bariatrik ini dilakukan dengan teknik laparoskopi atau minimal invansif.
“Teknik laparoskopi dilakukan dengan membuat lubang sayatan kecil berukuran 1 cm sebanyak 3 hingga 4 buah,” jelas Dr. Handy.

Operasi Bariatrik

Si bocah rupanya mengganti pola makan yang tidak sehat lalu memasukkan banyak buah dan sayuran bergizi ke dalam menu kesehariannya. Ia juga menerapkan sejumlah saran dari para ahli diet.

Lebih lanjut lagi, Arya juga menjalani operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas di bulan April 2017 lalu. Langkah penyembuhan ini membuat berat badannya turun 19 kilogram hanya dalam beberapa minggu.

Usai dioperasi, Arya sekarang hanya bisa mengonsumsi empat sendok makan nasi dan minum susu diet. Dia juga dilarang mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan gula.

Kini, dengan berat di 120 kilogram, kesehatan dan kesejahteraan Arya telah jauh meningkat dan semua orang ikut berbahagia untuknya.

Operasi bariatrik pada Arya pun efektif menurunkan berat badannya hanya dalam 3 minggu saja.

“Lehernya sekarang kelihatan. Lehernya kalau dulu kayak kura-kura, kalau sekarang sudah kayak angsa,” ungkap Ade.
Sementara itu, menurut Dr. Marlyn C. Malonda, Sp.A., obesitas bisa mengganggu tumbuh kembang anak.
“Obesitas memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek organik dan psikososial. Obesitas pada anak berisiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasa,” jelas Dr. Marlyn.
Kini Arya sudah terlihat lebih lincah dan bisa berjalan lebih bebas.
Kedua orangtuanya berharap proses penurunan berat badan Arya akan lebih optimal sehingga Arya bisa kembali beraktivitas dengan normal.
“Harapan saya, Arya bisa melanjutkan cita-citanya seperti anak-anak lain. Karena Alhamdulillah dari kelas 1 Arya selalu peringkat 1 di sekolahnya, SD Cipurwasari 1, Kabupaten Karawang,” tutup Ade.

Anak laki-laki yang dulunya tidak bisa bersekolah itu, sekarang telah menikmati kehidupan yang aktif dan energik. Bahkan Arya bisa bermain sepak bola dan bulutangkis bersama teman-teman. Dan yang mengejutkan, dirinya bisa berlari sejauh dua kilometer setiap hari!

Ibu Rokayah berkata, “Saya sangat senang melihat kesehatan anak saya sekarang. Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagianya saya. Rasanya menyenangkan melihat dia bermain dan pergi ke sekolah seperti biasa. Dia adalah seorang siswa yang cerdas dan selalu meraih prestasi sampai dia harus berhenti sekolah karena tidak bisa berjalan. Kami berharap dia akan segera mengurangi berat badan ekstranya dan menjalani kehidupan normal yang sehat seperti anak-anak kita yang lain,” urainya.

Perubahan drastis yang terjadi pada Arya memang sangat mencengangkan setelah ia memutuskan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Keputusan besar yang diambilnya demi perubahan ini juga terbilang mengagumkan untuk anak seusia Arya yang masih muda.

Arya memang mungkin masih punya beberapa tantangan yang perlu diatasinya, namun dengan dampingan orangtuanya yang meyakini putranya mungkin memerlukan operasi lebih lanjut tahun ini, diharapkan si bocah bisa mendapatkan berat tubuh normal serta menjalani kehidupan sehat yang menyenangkan.

Jam makan dan jam istirahat Arya pun kini mulai diatur. Arya dalam sehari makan 3 kali.
“Dia makan 3 kali, jamnya yang nentuin saya. Pagi sarapan, siang jam 12.00 WIB, terus sore jam 17.00 WIB,” tuturnya.
Untuk malamnya, Arya tak makan. Ia lebih banyak mengkonsumsi air putih.
“Arya juga makannya sekarang sedikit, 4 sendok sampai 5 sendok juga sudah kenyang,” katanya.
Semenjak operasi pada lambung, Arya tak bisa makan dengan porsi banyak. Ia bisa saja muntah jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan.
“Semenjak operasi, Arya enggak bisa makan banyak dia. Kalau kebanyakan bisa muntah, keluar lagi makanan,” ungkap Rokayah.
Memberi banyak makanan terhadap anak memang baik. tapi alangkah baiknya jika kita juga mengatur pola makan tersebut supaya tidak terjadi kemungkinan halburuk menimpa anggota keluarga kita terutama seorang anak yang sangat rentan terkena obesitas, tidak menutup kemungkinan bahkan orang tua pun dapat terkena obesitas.
Mari bersama-sama kita menjaga kesehatan, semisal pola makan yang teratur, olah raga dan tidur yang cukup. Sering mengkonsumsi buah-buahan adalah salah satu cara yang baik menjaga kebugaran tubuh. Dan satu lagi yaitu banyak-banyak minum air putih.
Mari sama-sama berdoa semoga saja dengan adanya perubahan tersebut banyak berdampak baik terhadap kehidupan dan kesehatan Arya
Sumber :
  • http://medan.tribunnews.com
  • http://medan.tribunnews.com
  • http://viral-88.blogspot.co.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *