Bayinya Keluar Sendiri – Mayat Gadis 19 Tahun Hamil Besar Ditemukan Mengapung di Sungai

 

Sumber : google.com

 

Berkembangnya kehidupan dalam suatu masyarakat yang menimbulkan berbagai masalah sosial membuktikan bahwa kehidupan manusia semakin sulit, keadaan tersebut tidak mudah dihadapi sehingga akhirnya menyebabkan penyimpangan tingkah laku dalam suatu masyarakat (deviant), kemudian orang lalu bertingkah laku dengan melanggar norma-norma yang berlaku dan berbuat sekehendak dirinya sendiri untuk mencapai kepuasan dan kepentingan sendiri tanpa memperhatikan hak-hak dan kepentingan yang lainnya.

Sebagai akibat dari perubahan dalam masyarakat tersebut kemudian Romli Atmasasmita dalam bukunya Teori dan Kapita Selekta Kriminologi, mengutip pendapat Durkheim yang mengemukakan bahwa:

“Terjadinya penyimpangan tingkah laku yaitu adanya tradisi yang telah menghilang dan telah terjadi deregulasi di dalam masyarakat”.
Selanjutnya masih menurut Romli Atmasasmita yang mengutip pendapat Merton, mengemukakan bahwa:
“Penyimpangan tingkah laku atau deviant merupakan gejala dari suatu struktur masyarakat di mana aspirasi budaya yang sudah terbentuk terpisah dari sarana yang tersedia di masyarakat”.

Dari kedua pendapat yang dikemukakan oleh Durkheim dan Merton. tersebut, maka lahirlah berbagai wujud penyimpangan tingkah laku seperti pembunuhan, pemerkosaan, perbuatan cabul dan perbuatan lainnya yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Keadaan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, ekonomi, psikologi (kejiwaan), keluarga bahkan timbul dari dirinya sendiri, sehingga perbuatan itu melanggar aturan-aturan hukum.

 

ACEH UTARA – Mayat wanita muda yang sedang hamil ditemukan di aliran sungai, Desa Alue Dua, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara pada Minggu 4 Februari 2018 siang kemarin. Gadis berusia 19 tahun itu diduga merupakan korban pembunuhan.

Dalam video yang dibagikan oleh pengguna akun facebook @Yuni Rusmini, terlihat warga berkerumun di pinggir sungai menyaksikan detik-detik evakuasi mayat gadis malang itu. Dua orang pria turun ke sungai untuk mengevakuasi mayat.
ecara perlahan keduanya menarik jasad wanita itu ke tepi sungai untuk kemudian diangkat ke daratan. Di lokasi nampak janin korban keluar dengan sendirinya dari rahim sang ibu. Janin bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu kemudian hanyut terbawa arus sungai.

Tidak berselang lama mobil ambulans pun tiba dan langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Cut Meutia Aceh untuk diautopsi.
Mayat itu diduga ditemukan dalam keadaan hamil dan mengapung di permukaan sungai karena tersangkut batang pohon.

Berdasarkan keterangan video yang diunggah akun Instagram @ndorobeii, saat dievakuasi bayi yang dikandung mayat gadis itu lahir sendiri terbawa arus air sungai.

Janin bayi itu dikatahui berjenis kelamin laki-laki.

Namun tidak dijelaskan apakah bayi terlahir dalam keadaan bernyawa atau tidak.

Mayat itu di Sungai Desa Alue Dua, Aceh, Minggu (4/2/2018) siang.

Terlihat dari video, penemuan mayat itu membuat masyarakat heboh.

Mereka turut menyaksikan di pinggir sungai sebelum mayat dievakuasi.

Netizen di dunia maya juga meninggalkan komentar menanyakan beberapa hal terkait video tersebut.

@henikino: Trus bayinya selamat ga? Kok bs ke bawa arus, kan msh nyambung ari-ari ke ibunya? Ya Allah miris bgt.

@sil.silviku: Jadi janin nya ikut mati?? ohh ya min.. namanya gadis itu belum hamil.. ini sudah bukan gadis.

Beberapa juga menyoroti mirisnya kehidupan zaman sekarang yang seolah-olah gampang melakukan pembunuhan.

“Jaman sekarang ngebunuh orang udh kaya bunuh nyamuk aja gampang banget kaya nya.haduhh jadi kudu intropeksi diri aja deh.harus lebih hati2 ngadepin orang.n ngejaga org yang kita sayang,” tulis @nowna_ipatnuryana.

Mereka juga menduga-duga pembunuh adalah pacar atau pasangan korban.

“Yg bunuh pasti pacarnya lah. Kmrn jg ada kan ndoro ABG hamil yg dibuang pacarnya ke sungai,tp alhamdulillah masih hidup dan msh bs diselamatkan,” tulis akun @waw.video.

Video itu hingga berita ini dipublikasi sudah ditonton belasan ribu kali.
Informasi yang dihimpun, mayat tersebut pertama kali ditemukan Muzammil (30) salah satu warga sekitar saat hendak memotong rumput di pinggir Sungai Alue Dua.

Ia kemudian mencium aroma tak sedap dari arah sungai dan saat didekati, ternyata ada sesosok mayat wanita. Muzammil kemudian mengabari warga lainnya dan melapor ke Polsek Langkahan.

Saat ditemukan, mayat dalam kondisi mengenakan baju serta celana dalam dan dalam keadaan hamil. Tak jauh dari mayat wanita itu, ditemukan janin bayi diperkirakan berumur 2 minggu.

Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua minggu karena mayat sudah mulai membengkak dan dugaan sementara mayat tersebut korban pembunuhan.

“Korban ditemukan dalam posisi terlentang di pinggir sungai. Bersama korban juga ditemukan janin bayi berusia kurang lebih 20 minggu. Korban diduga dalam kondisi sedang hamil,” Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kasatreskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada AJNN.

Dari hasl penyelidikan petugas, jasad wanita tersebut berinisial Nur (28) asal Gampong Padang Meuria, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Jasad korban dikenali pihak keluarga dari jam tangan merek Bonia yang masih melekat di tangan mayat dan sejumlah ciri lainnya. Sehari-hari, korban berjualan di kantin di Kantor Camat Langkahan.

“Kita sudah berhasil ungkap identitas korban. Pihak keluarga datang ke rumah sakit dan telah memastikan jasad tersebut Nur. Saat ini sedang dilakukan proses pemulangan jenazah,” ujar Iptu Rezki.

Sementara itu, dari hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) disimpulkan bahwa ada luka membusuk di lengan kanan atas dengan lebar 10×6 centimeter.

Untuk memastikan faktor luka tersebut, polisi masih menunggu hasil visum lengkap oleh pihak RSUCM.

“Kita masih menunggu hasil lengkap. Apakah ada bekas kekerasan di tubuh korban atau tidak. Temasuk luka membusuk tersebut,” kata Rezki.

Dugaan awal, Nur menjadi korban pembunuhan. Namun polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian wanita berstatus janda tersebut.

“Kita sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan awal sejumlah saksi. Termasuk mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban, jam tangan dan sepasang anting. Kita juga sedang menunggu hasil visum lengkap terhadap jasad korban. Kasus ini dalam penyelidikan,” tandasnya.

Kepala Humas Polres Aceh Utara, AKP M Jafaruddin mengatakan, awalnya seorang petani melihat mayat itu di pinggir sungai. Setelah itu, warga langsung melaporkan ke Polsek Langkahan, Aceh Utara.

“Dari pemeriksaan sementara, wanita ini kira-kira berusia 20 tahun. Tingginya sekitar 160 sentimeter dan berkulit sawo matang. Kami prediksi, mayat ini sudah empat hari di sungai karena jasadnya sudah tak utuh,” ujar Jafaruddin.

Jafaruddin menambahkan, pihaknya belum bisa menemukan identitas mayat wanita itu. Wajahnya sulit dikenali.

Puluhan masyarakat memadati pinggiran sungai untuk melihat proses evakuasi jenazah tersebut.

“Dugaan kita ini korban pembunuhan. Bisa jadi terkait dengan adanya bayi yang juga ditemukan bersama korban,” terangnya.

Saat ini, polisi membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara di Lhokseumawe untuk kepentingan otopsi dan penyimpanan jenazah.

“Bagi masyarakat yang ada keluarganya hilang, silakan datang ke rumah sakit. Mana tahu, jenazah tersebut bisa dikenali. Kami terus mendalami kasus ini,” pungkasnya.

 

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *