Melahirkan Normal Setelah Operasi Cesar Bisa Kok, Perhatikan 5 Hal ini

Sumber ; wajibbaca.com

Anak pertama lahir secara cesar… Banyak yang bilang anak kedua pasti akan dilahirkan secara cesar juga….

Kabar baiknya, Anda masih bisa melahirkan anak kedua secara normal lho Bunda…

Dan 5 hal ini yang menjadi faktor gagal tidaknya melahirkan normal setelah operasi cesar…

Wanita mana sih yang nggak ingin melahirkan anaknya secara normal?

Pasti semua juga menginginkannya. Tapi masih banyak yang malah terpaksa melahirkan secara cesar.

Selain sakit, melahirkan secara cesar itu bisa berpengaruh pada kelahiran bayi.

Biasanya bayi akan mengalami cacat atau kelainan. Tapi bisa kok melahirkan secara normal setelah operasi cesar.

Meski banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan VBAC (vaginal birth after a caesarean) sebagai pilihan yang aman, bukan hal mudah untuk melakukannya.

Nah, agar anda bisa tahu dan siapa tahu bisa terjadi,

Berikut 5 faktor yang membuat gagal tidaknya melahirka normal setelah operasi cesar.

1. Resiko VBAC tidak sebesar operasi caesar yang berulang
Persalinan normal memang memiliki resiko, tapi penelitian menunjukkan persalinan normal lebih aman dan kurang beresiko dibanding operasi caesar yang berulang, baik untuk ibu maupun bayi.

Bedah sesar merupakan bedah perut major. Ada banyak resiko yang bisa dialami ibu dan bayi jika melakukan bedah sesar. Resiko kematian pasca kelahiran dengan operasi caesar 3,6 kali lebih tinggi dibanding setelah persalinan normal.

Operasi caesar berulang juga meningkatkan resiko komplikasi kehamilan di kehamilan berikutnya, seperti placenta previa atau placenta accreta. Komplikasi ini kemungkinan membutuhkan bedah sesar juga.

2. VBAC paling baik untuk bayi
Persalinan normal yang dilakukan ibu setelah mengalami operasi caesar di kehamilan sebelumnya ternyata memberi manfaat positif bagi bayi.

Persalinan berawal ketika bayi siap untuk dilahirkan, saat paru-paru matang dan otak telah berkembang. Penelitian telah lama mencari apa yang menyebabkan persalinan dimulai dan menemukan kematangan paru-paru sebagai satu dari faktor kuncinya.

Selama persalinan, tubuh Anda memproduksi hormon stres yang membantu bayi mempersiapkan kehidupan di luar rahim.

Kontraksi memiliki efek serupa dan selama kelahiran membantu mendorong cairan keluar dari paru-paru bayi, membuatnya siap melakukan nafas pertama. Persalinan normal juga membuat bayi terpapar bakteri dan memiliki antibodi yang bermanfaat.

3. Rahim kemungkinan tidak sobek
Alasan pertama kenapa VBAC dianggap beresiko adalah karena kemungkinan rahim sobek bersama dengan luka sesar. Kasus rahim yang sobek memang jarang terjadi, hanya terjadi pada sekitar 0,2 persen persalinan normal setelah sesar.

Ibu hamil biasanya butuh menjalani operasi sesar karena komplikasi lain seperti pendarahan berat, dibanding karena rahim yang sobek.

Ibu hamil yang pernah beberapa kali menjalani operasi sesar sering diberitahu kalau mereka bisa mengalami rahim sobek bila melakukan persalinan normal pada kehamilan berikutnya.

Penelitian menunjukkan ibu yang melakukan operasi caesar sebanyak tiga kali atau lebih punya kemungkinan berhasil dan komplikasi yang sama seperti wanita yang baru satu kali menjalani operasi caesar.

VBAC setelah berulang kali melakukan operasi sesar bisa jadi pilihan aman untuk Anda. Rahim yang sobek sebagai resiko besar untuk VBAC hanya merupakan satu dari sekian banyak mitos yang ada.

4. Anda harus mempersiapkannya
Ibu hamil perlu melengkapi diri dengan informasi yang cukup agar bisa melahirkan normal setelah sesar. Bunda mungkin akan berhadapan dengan dokter kandungan yang menentang opini Bunda.

Jadi bersiaplah mempertahankan hak Anda untuk menjalani VBAC. Ibu hamil perlu didukung untuk menjalani VBAC ketika kondisi memang memungkinkan, dan kebijakan tentang VBAC tidak boleh digunakan untuk memaksa wanita menjalani bedah sesar berulang.

5. Proses pemulihan yang berbeda
Semua jenis pereda sakit tidak bisa mencegah Anda mengetahui ada irisan di rahim, otot perut tertarik, organ internal terdorong, dan beberapa jaringan tergores.

Pada kebanyakan kasus, wanita yang menjalani bedah sesar berulang dan persalinan normal melaporkan pemulihan setelah persalinan normal jauh lebih mudah, terutama pada hari-hari pertama.

Kemungkinan besar Anda bisa bangun dan berjalan ke kamar mandi dalam waktu singkat setelah melahirkan. Setelah persalinan normal Anda mungkin akan merasakan memar, bahkan menerima lebih banyak jahitan.

Tapi Bunda akan merasakan ada perbedaan besar pada bagaimana Anda menikmati jam-jam dan hari-hari pertama memiliki bayi pasca melahirkan.

Faktor Yang Bisa Membuat VBAC Berhasil
Kalau Bunda masih ragu apakah kondisi Bunda saat ini bisa menjalani VBAC atau tidak, tenang, karena kami akan membocorkan tanda-tandanya.

Keberhasilan VBAC bergantung pada riwayat kesehatan, kehamilan, dan karakteristik fisik Anda. Berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

Pertama

VBAC lebih mungkin berhasil bila persalinan dimulai spontan. Induksi tidak akan berhasil untuk VBAC, karena dokter tidak bisa menggunakan banyak obat induksi pada wanita yang mengalami rahim sobek. Terlebih lagi, induksi meningkatkan resiko rahim sobek.

Baca Juga : Ibu Hamil Sering Alami Keputihan Waspadai Infeksi yang Berisiko Melahirkan Prematur

Kedua

Keberhasilan VBAC menurun bila sesar terakhir yang Anda jalani dibutuhkan karena dystocia (persalinan yang lambat atau sulit). Bila Anda membutuhkan sesar karena persalinan yang lambat, Anda akan mengalami masalah yang sama saat mencoba melahirkan secara normal.

Tapi bila Anda menjalani bedah sesar karena kondisi yang unik pada kehamilan sebelumnya yang tidak mempengaruhi kehamilan saat ini.

Misalnya di kehamilan pertama Anda posisi bayi sungsang, tapi di kehamilan yang sekarang, posisi kepala bayi di bawah. Nah, kondisi ini membuat VBAC mungkin untuk dilakukan

Ketiga

VBAC biasanya tidak direkomendasikan bila Anda memiliki luka sesar berbentuk vertikal atau bentuk T. Jenis luka ini lebih mungkin menyebabkan rahim sobek, jadi VBAC umumnya hanya jadi pilihan untuk wanita yang memiliki luka horizontal tepat di atas garis bikini.

Keempat

VBAC bisa jadi pilihan tepat bila Anda pernah melahirkan secara normal. Penelitian menyatakan bila Anda pernah melahirkan secara normal, meski sebelumnya Anda menjalani bedah sesar, kemungkinan menjalani VBAC yang aman dan sukses lebih tinggi dari 90 persen.

Kelima

VBAC kurang sukses bila Anda kelebihan berat badan atau Anda banyak menambah berat badan saat kehamilan.

Penelitian terbaru melaporkan keberhasilan VBAC 40 persen lebih rendah diantara wanita yang menambah berat lebih dari 40 pound selama kehamilan dibanding wanita yang menambah berat kurang dari jumlah itu.

Wanita yang mengalami obesitas dan berusaha VBAC juga kurang mungkin berhasil melahirkan secara normal.

Keenam

VBAC lebih berhasil bila usia Anda semakin muda. Penelitian di tahun 2007 menyebutkan, dibanding wanita berusia 21 hingga 34 tahun, mereka yang berusia lebih dari 35 tahun 14 persen lebih mungkin menjalani VBAC yang gagal dan 39 persen lebih mungkin mengalami komplikasi terkait dengan VBAC.

Ketujuh

VBAC bisa lebih beresiko bila bayi Anda besar. Penelitian menemukan kemungkinan kegagalan VBAC 50 persen lebih tinggi bila berat badan bayi lebih dari 4 kg saat kelahiran dibanding jika berat bayi kurang dari 3,5 kg.

VBAC dengan bayi besar juga meningkatkan resiko rahim sobek dan luka perineal, yang jadi satu alasan kenapa beberapa dokter tidak melakukan VBAC pada wanita yang lebih dari seminggu melewati tanggal perkiraan kelahiran.

Kedelapan

VBAC bisa jadi pilihan cerdas bila Anda ingin memiliki banyak anak. Bila Anda sekarang sedang hamil anak kedua atau ketiga dan masih ingin hamil lagi, maka VBAC bisa jadi pilihan bijak karena sesar semakin berbahaya bila semakin sering dijalani.

Selain itu, bila Anda pernah menjalani VBAC dan berhasil, kemungkinan keberhasilan VBAC di masa mendatang meningkat.

Sumber ;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *