Pengorbanan Istri yang Kadang Dilupakan oleh Suami

Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah,” (HR. Muslim).

Dalam sebuah rumah tangga pasti ada perselisihan kecil yang membumbui perjalan rumah tangga setiap orang, ada pasang surutnya juga dalam perjalanan rumah tangga, rumah tangga tak selalu berjalan lancer dan mulus sesuai dengan keinginan anda. Bahkan mungkin dengan awal perselisihan terhadap pasangan akan berujung pada hal yang tidak di inginkan setiap pasangan yakni perpisahan. Wanita ialah merupakan karunia terindah yang ada dan penting di dunia, akan tetapi banyak perjuangan serta pengorbanan wanita tidak di ketahui pria.

1. Saat suami menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis sebab terluka, tetapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.

2. Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.
3. Saat suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk dapat menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.
4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tidak berbatas. Ia bangun saat siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, kemudian mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, saat pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.
5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang isteri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service babu dan wanita p3ngh*bur digabung jadi satu.
6. Saat suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang tak terlalu paham penderitaan macam begini sebab mereka tidak mengalaminya
7. Seharian di Rumah Saja
Ketika menikah dan memiliki anak, seorang wanita harus berkonsentrasi dengan tanggungjawabnya di rumah. Tidakkah suami menyadari bahwa hal ini memerlukan pengorbanan luar biasa?
Wahai suami, bersyukurlah jika istri bersedia menantimu di rumah. Mungkin ia sering menangis tanpa diketahui. Mungkin ia sering memendam rasa tidak tahannya sendirian. Namun jika mendapat ucapan terimakasih dan pengertian dari suami, itu sudah sangat melegakan.
8. Bentuk Badan Berubah
Pengorbanan lainnya adalah perubahan bentuk badan yang signifikan sehabis melahirkan. Ada beberapa wanita yang tidak bisa mengembalikan bentuk badannya seperti semula karena faktor hormonal.
Suami sering kali menganggap perubahan bentuk badan istri adalah kesalahan istri yang tak pandai menjaga berat badan. Sudah pernahkah berterimakasih pada istri karena ia bersedia badannya berubah untuk melahirkan sang buah hati?
9. Menyusui Anak
Pekerjaan menyusui bukanlah hal yang mudah, dan seorang ibu melakukannya selama kurang lebih 2 tahun tanpa mengeluh.

Wahai suami, betapa banyak wanita yang menolak menyusui anaknya sendiri, sudahkah Anda bersyukur dan berterimakasih pada istri yang bersedia menyusui buah hati Anda? Apakah Anda berpikir menyusui bayi begitu mudah dan tidak perlu Anda apresiasi?

Maka cobalah sendiri memberi minum sambil menggendong bayi berjam-jam, lakukan itu sehari lebih dari 10 jam dan terus lakukan hingga 2 tahun!

10. Meski laki-laki tidak paham benar, tetapi Allah Maha Mengerti, sebab itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal sebab melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.

Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

Begitu mulia nya seorang istri yang shaleha, maka sudah selayaknya para suami harus menghormati dan menghargai istri dengan cara berikut ini :

1. Suami melibatkan istri dalam mengambil keputusan

Meskipun suami adalah pemimpin rumah tangga, namun suami yang baik adalah yang melibatkan istrinya ketika mengambil keputusan. Terutama jika keputusan itu menyangkut kepentingan keluarga ke depan, atau bahkan menyangkut kehidupan istri secara pribadi. Islam sangat menekankan adanya musyawarah atau dikenal dengan istilah syura di sini.

Bahkan ketika keputusan yang diambil itu hanya menyangkut masalah suami semata, misalnya menyangkut pekerjaan atau masalah dengan teman, melibatkan istri akan berefek baik. Istri jadi merasa dibutuhkan oleh suaminya. Dan ini bisa mempererat hubungan mereka berdua

2. Suami mendukung kegiatan istri

Cara suami menghargai istri menurut islam adalah dengan mendukung kegiatan yang dilakukan istri selama hal itu demi kebaikan. Misalnya istri menuntut ilmu, mengikuti pengajian rutin, silaturahim ke teman-temannya, selama tidak menyalahi aturan Islam maka suami hendaknya mengijinkannya. Bahkan bila istri kehilangan semangat mengikuti kegiatan, maka hendaknya suami menanyakan alasannya lalu menyemangatinya.

Istri merasa suka dengan segala dukungan ini. Karena menunjukkan kepedulian dan sifat menghargai dari suaminya. Sebaliknya  jika suami masa bodoh dengan segala kegiatan istri, maka istri merasa tidak diperhatikan, dan merasa tersisihkan.

3. Menghormati Istri

Menghormati istri bisa saat hanya berdua dengan istri atau ketika berada di hadapan orang ain. Saat hanya berdua, suami menghormati istri dengan tidak menyela ketika istri menyampaikan pendapatnya dan mengutarakan keluh kesahnya. Dan tidak berlaku kasar kepadanya. Istri adalah wanita terhormat yang layak untuk dihormati.

Ketika berada di hadapan orang, cara suami menghargai istri adalah dengan tidak merendahkannya, dan sedapat mungkin melibatkannya dalam pembicaraan. Jika ada suatu kesalahan, maka jangan sampai menegur dan memarahinya di hadapan orang. Istri akan terluka hatinya, malu, dan merasa bahwa suami tidak menghargainya.

4. Tidak mudah marah kepada istri

Rasulullah adalah orang yang sangat lembut dan jarang marah pada istrinya. Rasulullah mengetahui jiwa lembut seorang wanita yang mudah tercabik jika dimarahi. Maka dalam keseharian beliau menghargai wanita.

5. Tidak membuka aib istri di hadapan orang

Suami yang membenci istri cenderung suka membeberkan aib atau kekurangan isrrinya pada orang lain. Ada sejenis kepuasan jika orang lain tahu keburukan sifat istri. Namun suami yang baik dan mencintai istrinya akan melindungi aib istrinya. Jangankan dia bercerita, ketika dia mendengar ada orang yang menggunjing istrinya, maka dia akan tersinggung dan marah serta membela istrinya. Begitulah cara suami menghargai istri menurut islam. Aib pribadi keluarga tidak layak menjadi konsumsi publik

6. Mengajarkan pada anak untuk menghormati ibunya

Cara suami menghargai istri menurut islam yang lainnya adalah mengajarkan pada anak untuk menghargai serta menghormati ibunya (istri suami). Misalnya menyuruh pada anak untuk mencuci piring dan baju sendiri sambil menjelaskan untuk tidak memperlakukan ibunya seperti pembantu. Jika anak sudah mampu, dia bisa melakukannya sendiri.

Sumber :
– Ukhtiindonesia
– Islampos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *