Sosok Istri yang Tega Menganiaya Bayinya Hingga Tewas

Sumber : google.com

 

Anak merupakan salah satu anugerah yang diberikan Tuhan kepada seseorang. Tanpa seorang anak tidak akan ada tanda kehidupan dalam suatu keluarga, apabila ada anak maka suatu keluarga akan sempurna. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa memiliki anak itu akan menambahkan beban hidup, belum lagi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Kita lihat saja negara Jepang, para wanita di negara ini tidak mau memiliki anak. Lain halnya dengan negara Indonesia, pertumbuhan penduduk sangat tinggi tiap tahunnya, sehingga membuat Indonesia menjadi negara terpadat no 4 di dunia. Sehingga pemerintah membuat program Keluarga Berencana (KB) yang memiliki dua anak cukup.

Namun, berbeda dengan masyarakat tradisional yang ada di wilayah Indonesia. Mereka menganggap bahwa nilai seorang anak itu tinggi. Itu sebabnya, pada masyarakat ini umumnya setiap keluarga memiliki lebih dari 5 orang atau bahkan 10 orang anak, sehingga pertumbuhan penduduk pun tiap tahunnya tinggi. Tetapi, masa sekarang kita jarang menjumpai akan hal seperti ini, karena masyarakat sudah memperhitungkan akan kebutuhan hidup. Penyebab masyarakat memiliki banyak anak adalah adanya anggapan ‘banyak anak, banyak rezeki’. Apabila banyak anak, maka urusan pekerjaan mereka nantinya akan mudah terselesaikan, baik urusan di sawah, ladang maupun urusan rumah.

Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Masyarakat kurang memakai prinsip seperti ini, walaupun masih ada beberapa masyarakat yang mempercayainya. Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, mereka memiliki 2 orang anak pun sudah cukup, sebab mereka sudah memikirkan tentang kebutuhan anak-anaknya, baik itu pendidikannya ataupun kebutuhan lainnya. Sedangkan pada masyarakat tradisional, mereka kurang memikirkan pendidikan anak-anak mereka. Dengan ini, peran orang tua sangat kurang akan hak anak-anaknya.

Tugas seorang orang tua itu adalah membimbing serta mengajarkan anak pada hal-hal yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku didalam masyarakat. Apabila itu tidak terlaksana dengan baik maka seorang anak akan menjadi menyimpang. Penyimpangan ini dapat disebabkan oleh, yaitu :

Kurangnya kasih sayang orang tua terhadap anak
Pemberian bimbingan tentang agama kepada anak yang minim
Orang tua yang broken home
Pergaulan bebas
Pengawasan orang tua yang kurang
Dan sebagainya.
Apabila penyimpangan ini terjadi pada salah satu anak, maka peran orang tua lah yang kurang efektif terhadap anak. Kenapa bisa demikian? Faktor penyebabnya adalah orang tua. Karena orang tua kurang komunikasi dengan anaknya, kurangnya penjagaan oleh orang tua, mereka yang sibuk dengan urusan mereka, sehingga anak-anak tersebut mencari tempat untuk curhat, mencari jati diri yang sesungguhnya tanpa ada dampingan dari orang tua. Mereka akan bergaul dengan orang yang cocok, yang sesuai dengan sifat mereka, tanpa memikirkan hal kedepannya. Penyimpangan ini dapat berupa, sang anak akan pandai berperilaku, memakai narkoba, ikut geng-geng anak jalanan, mencoba seks bebas dan sebagainya.

Perilaku seperti inilah yang terjadi pada masa sekarang. Para orang tua dituntut untuk menjaga serta mengawasi anak-anaknya, agar tidak terjerumus ke hal-hal seperti ini. peran orang tua sangat penting dalam membimbing seorang anak, yaitu dapat berupa :

Membagi waktu antara pekerjaan dengan anak ataupun keluarga
Mendidik dan membimbing anak ke jalan yang lebih baik, seperti menanamkan nilai dan norma pada anak yang sudah mulai luntur
Selalu mengawasi anak, dengan siapa sang anak berteman
Menjadi sahabat sekaligus teman curhat bagi anak, agar sang anak tidak memilih teman yang salah untuk menyampaikan sesuatu, serta sisi positifnya antara orang tua dan anak akan semakin dekat dan akrab.
Memberi nasihat kepada anak, agar tidak berperilaku menyimpang
Selain itu juga, di masa sekarang pendidikan sangat di perlukan untuk seorang anak. Selain pendidikan dari orang tua, sang anak juga harus mendapatkan pendidikan secara formal. Pendidikan hal yang sangat mendorong seseorang untuk berwawasan yang lebih luas, berperilaku sesuai nilai dan norma yang berlaku.

Siti Nur Hanifah (27) ibu yang tega aniaya putri kandungnya Winda Wulansari (14 bulan) mendapat pandangan kurang baik dari sang suami.

Angga Irawan (25), menyebut istrinya Siti Nur Hanifah memang pribadi yang pandai bicara.

Hal itu terlihat ketika ditanya soal luka lebam pada Winda, istrinya beralasan luka tersebut akibat jatuh.

Padahal, hasil autopsi membuktikan ada dugaan penganiayaan pada Winda karena ditemukan luka memar di kepala dan beberapa bagian tubuh.

“Waktu ditanya luka di kepala Winda, dia bilang itu luka jatuh ketika naik odong-odong,” kata Angga saat dijumpai TribunJakarta.com di kediamannya Jalan Plebisit, RT 1 RW 4, Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Senin (5/2/2018).

Sebelum dibawa ke Pemalang oleh sang Ibu, Angga sempat meminta agar Nur sapaan akrab istrinya untuk menetap di Jakarta.

Dia juga sempat memberikan uang Rp 500 ribu untuk biaya mengontrak namun bukannya mengontrak uang tersebut malah dipakai untuk ongkos ke Pemalang.

Diketahui Winda dan sang ibu selama tiga bulan terakhir tinggal di Pemalang, diduga proses penganiaya yang diterima Winda terjadi selama Winda tinggal di sana.

“Jadi dari 3 hari kemarin kebetulan Nur mau ke Jakarta, akhirnya saya minta untuk menginap di rumah orang tua saya di Bekasi lantaran keluarga kangen dengan Winda,” ujar Angga.

Setelah dua malam di Bekasi, Winda sakit demam, muntah-muntah, dan sempat mengalami step. Kemudian dibawa ke RS Mekar Sari pada Sabtu malam.

“Sempat di ICU tapi pas paginya sudah enggak ada, pihak rumah sakit memastikan Winda meninggal akibat gagal nafas dan jantung,” cerita Angga.

Pihak keluarga Angga tidak tahu menahu kalau putri semata wayangnya menjadi korban penyiksaan oleh ibu kandungnya sendiri.

Pelaporan dugaan penganiayaan pun diketahui saat Jenazah Winda dimandikan, warga yang memandikan melihat ada kejanggalan karena ditemukan banyak luka membiru.

“Yang buat laporan dugaan penganiayaan juga warga. Selesai dimandikan jenazah niatnya mau langsung dimakamkan, tapi tiba-tiba Polisi datang dan meminta Winda untuk di autopsi di RS Kramatjati,” ucapnya.

Ibu merupakan sosok utama yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peranan dan mampu melakukan banyak hal untuk kebutuhan semua anggota keluarga. Sosok seorang super woman yang mampu melakukan banyak hal termasuk memasak, mengasuh anak, mendidik, menata rumah, dan banyak hal lainnya. Begitu banyaknya peran ibu tidak bisa dideskripsikan seberapa hebat sosok seorang ibu tersebut. Seorang ibu memberikan keseimbangan dalam sebuah keluarga

Ibu juga berperan sebagai pelindung baik secara fisik maupun mental dan emosional. Ibu sebagai pelindung mental dan emosi siap mendengarkan cerita kehidupan tiap anggota keluarganya dan memberikan masukan positif yang selalu berisi dukungan dan nasehat. Ibu juga sebagai seorang pelindung secara fisik, tidak akan suka jika anaknya dilukai oleh orang lain dan membatasi anak untuk tidak bergaul dengan orang- orang yang salah. Pembatasan ini ditujukan untuk hal yang baik agar anak tidak salah pergaulan.

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *