Waktu Terkabulnya Doa yang Paling Mustajab

 Sumber : google.com

Doa adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk meminta sesuatu pada Allah SWT, juga sebagai bentuk kerendahan diri manusia di hadapan Sang Pencipta. Sehingga orang yang tidak mau berdoa, dianggap sombong dalam Islam karena merasa mampu melakukan dan meraih segalanya sendirian. Sedangkan sifat sombong di dalam Islam sangat dilarang. Untuk itulah, Islam sangat menganjurkan untuk berdoa.

Apalagi banyak keutamaan berdoa dalam Islam juga doa agar keinginan tercapai. Namun terkadang pula ada banyak penyebab doa tidak dikabulkan Allah SWT. Adapun waktu-waktu yang paling baik untuk berdoa sehingga doanya dikabulkan, antara lain:

Saat sepertiga malam terakhir
Di saat manusia lainnya sedang pulas tertidur, Anda justru dapat memanfaatkan waktu di sepertiga malam untuk berdoa kepada Allah SWT karena merupakan waktu yang penuh berkah. Sebagaimana sabda Rasul:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman : “Orang yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.” (H.R. Bukhari, Muslim)

Saat selesai sholat wajib
Setelah kita selesai sholat, hendaklah melanjutkan dengan berdzikir dan berdoa karena salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa adalah setelah selesai sholat. Sebagaimana dalam sebuah riwayat:

“Dari abu umamah ra, sesungguhnya Rasulullah saw ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah swt, beliau menjawab. Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.” ( HR. Tirmidzi )

Saat sahur dan berbuka puasa
Orang yang berpuasa adalah orang yang didengar doanya oleh Allah SWT, terutama ketika ia berdoa di waktu sahur dan berbuka. Sebagaimana sabda Rasul:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terdhalimi.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Hibban)
Maka ketika Anda berpuasa, hendaklah memperbanyak doa, terutama di waktu sahur dan berbuka.

Saat malam lailatul qadar
Malam lailatul qadar merupakan malam yang sangat istimewa karena di saat itulah Al-Quran turun. Di malam itu, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana dalam sebuah riwayat:

“Aku bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda : “Berdoalah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Artinya : ‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Saking istimewanya malam lailatul qadar, Allah menyembunyikannya diantara 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Dan setiap doa di malam lailatul qadar akan dikabulkan, begitu pula dengan doa di bulan Ramadhan.
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(Q.S. AL-Qadr : 3 )
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan..”(Q.S. AL-Qadr : 4 )
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Artinya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar..”(Q.S. AL-Qadr : 5 )

Saat adzan berkumandang
Rasulullah SAW bersabda: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (H.R. Abu Daud)

Saat diantara adzan dan iqamah
Selain saat adzan berkumandang, ternyata waktu berdoa yang mustajab juga ada pada saat waktu jeda antara adzan dan iqamah. Sebagaimana sabda Rasul: “Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (H.R. Tirmidzi)

Saat turun hujan
Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa salah satu waktu yang baik untuk berdoa adalah ketika hujan turun. Hal ini disebabkan karena hujan adalah salah satu bentuk rahmat dari Allah SWT. Sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadist: “Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (H.R Al-Hakim)

Saat hari Jumat
Jumat merupakan hari yang penuh berkah, dimana kita dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah dan kebaikan di hari tersebut. Sebagaimana sabda Rasul: “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (H.R. Bukhari, Muslim)

Namun ada beberapa perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai waktu yang sebentar tersebut. Beberapa perbedaan pendapat tersebut antara lain:

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai.” (H.R. Muslim). Pendapat ini diikuti oleh Imam Muslim, An-Nawawi, Al-Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al-Baihaqi.
“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah SWT pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar.” (H.R. Abu Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Pendapat ini juga yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
Namun alangkah baiknya jika seorang Muslim berdoa dan beribadah di sepanjang hari Jumat untuk lebih memantapkan kekuatan doanya, bukan hanya berdoa di waktu tertentu saja.

Saat hari Rabu antara Dzuhuhr dan Ashar
Sangat sedikit orang yang mengetahui waktu yang mustajab ini. Hal ini diketahui berasal dari sebuah riwayat yang diceritakan oleh Jabir bin Abdillah r.a. :

“Nabi SAW berdoa di Masjid Al-Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : “Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya.”
Dan dalam riwayat lain disebutkan : “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Dhuhur dan Ashar.” (H.R. Ahmad)

Saat berjihad atau berperang di jalan Allah
Keistimewaan berjihad atau berperang di jalan Allah adalah dikabulkannya doa orang yang berjihad tersebut. Sebagaimana sabda Rasul: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (H.R. Abu Daud)

Saat di hari Arafah
Hari Arafah adalah hari saat wukuf di Arafah, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah sehingga dianjurkan bagi semua umat Muslim untuk berdoa di hari itu. Sebagaimana sabda Rasul: “Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah.” (H.R. At-Tirmidzi)

Saat sujud dalam sholat
Rasululah SAW bersabda: “Seorang hamba yang berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (H.R. Muslim)

Saat dizholimi
Sungguh doa orang yang dizholimi akan didengar langsung oleh Allah SWT. Sehingga berhati-hatilah jika akan mendzholimi orang. Sebagaimana sabda Rasul: “Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” (Hadis Riwayat Hakim – sanad sahih). Anda juga dapat melihat doa orang yang teraniaya dalam Al-Quran. Ketika dizholimi, lakukan banyak ibadah doa agar dipermudah segala urusan.

Itulah beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa. Hendaklah kita menjadi hamba yang selalu merendahkan diri di hadapan Allah SWT dengan memperbanyak ibadah dan doa.

 

 

Sumber :
– dalamislam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *